Belajar Dari Burung dan Cacing

Pertama marilah kita panjatkan dengan segala kerendahan hati dan keikhlasan yang mendalam, puji syukur kehadirat Ilahi, dengan penuh kesadaran bahwa Dia telah membalas dosa-dosa yang telah banyak kita lakukan dengan karunia nikmat yang jauh lebih banyak lagi …

Shalawat berbingkai salam semoga dicurahkan-Nya pada junjungan kita, kekasih kita, manusia yang paling mulia yang pernah ada di dunia, nabi besar panutan orang-orang yang beriman : Muhammad SAW: tentu saja beserta keluarganya yang mulia, para sahabatnya yang agung, serta kita dan para pengikutnya sampai akhir zaman nanti ….

Allah berfirman dalam Al-Qur’an pada surat An-Nahl ayat 66,

Pada zaman sekarang ini, marilah kita meluangkan waktu untuk bertafakur sejenak. Karena Rasulullah saw. telah bersabda, “Bertafakur sejenak lebih baik daripada ibadah satu tahun.”

Marilah kita telaah dan pahami pelajaran yang diberikan oleh burung dan cacing.

Seorang ulama besar mengatakan, bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing.

Burung setiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan tanpa mengetahui dimana ia harus mendapatkannya. Karena itu, kadangkala sore hari ia pulang dalam keadaan perut kenyang, kadangkala ia pulang dengan membawa oleh-oleh makanan untuk keluarganya, tetapi sering juga ia pulang ke sarangnya dengan perut yang masih keroncongan. Meskipun burung tampaknya lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya ‘kantor’ yang tetap (apalagi setelah lahannya berubah menjadi real estate), namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri. Kita tidak pernah melihat burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas, atau kitapun tidak pernah melihat ada burung yang sekonyong-konyong meluncurkan dirinya kedalam sungai !!! Nampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada di atas, lain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kekenyangan, lain waktu kelaparan.

Sahabat netter yang budiman,πŸ™‚

Sekarang marilah kita tengok binatang yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing. Cacing seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk mencari makananya. Cacing tidak mempunyai tangan, kaki, tanduk atau bahkan mungkin ia tidak mempunyai mata dan telinga. Tetapi cacing serupa dengan makhluk Tuhan lainnya, yaitu ia mempunyai perut yang bila tidak diisi maka ia akan mati.

Kalau kita compare kan dengan manusia, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih daripada yang dimiliki cacing. Tetapi mengapa manusia yang diciptakan Tuhan paling sempurna dibandingkan dengan makhluk-makhluk-Nya yang lain, banyak yang kalah hanya dengan seekor cacing. Manusia banyak yang bunuh diri akibat merasa kesulitan dalam mencari nafkah hidupnya, sementara kita tidak pernah melihat ada cacing yang membentur-benturkan kepalanya ke batu !!!

Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an :

Semoga di waktu kita terhimpit dalam kesusahan untuk mencari kebutuhan materi, kita tidak rela kalah dengan burung, apalagi oleh cacing !!!

One thought on “Belajar Dari Burung dan Cacing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s