Saya Semakin Tua

Hari ini saya tersenyum,.. sendiri,… membaca beberapa deret kalimat di file lawas. rasanya belum lama dari terakhir aku membaca file itu.. ternyata tanggalnya telah lampau 5 tahun.

Saya masih ingat, dulu kalau main game pergi ke “Ding Dong”, main Pac-Man atau Space Invaders, entah dimana kini Pac-Man berada. Mungkin sudah kumpul dengan Mario Bross atau Si Huma.

Satu dua rambut putih mulai menyeruak, lagak laguku masih ingin seperti remaja. Akhirnya dapat julukan REMAKO. Kalau tidak remako ya disebut ABG. Angkatan Babe Gue kata anak sekola..

Luar biasa waktu berlalu, bagai anak panah berapi melintas di langit selepas tengah malam.

Luar biasa waktu berlalu, umpama salju runtuh di ketinggian puncak-puncak Himalaya.

Sekejap membias, lalu secepat itu semuanya kandas dan sirna tak tersisa.

“Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai
kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).”(Q.S. Al-Mu’min[40] : 67)

Suka atau tidak, proses itu terus berlanjut. tak ada manusia mampu menahannya. Pun masalah bukan pada suka atau tidak sukanya. melainkan pada siap atau tidaknya. pada apa proses rentang gerak itu diaplikasikan, pada bagaimana mensikapi eksistensi, pada apa dihabiskan dan dilalui, pada nuansa waktu yang mana diri berguna dan pada masa mana hanya menuruti angkara murka.

Aku ingat pepatah “Keberuntungan hanya berpihak pada orang-orang yang siap”.

Seorang miskin papa putus asa, mengikatkan tali serabut ke sebatang dahan tinggi, lalu mengalungkan ujung satu lagi melingkar ke lehernya. peri hutan berkaca-kaca, kecian dia. berbaik hati menampakkan diri dan menawarkan harta pusaka sepeti emas. Sang miskin papa melonjak melompat gembira setengah mati. tak lama kemudian sepenuhnya mati karena tali masih melingkar
dilehernya ketika ia melompat. Sang miskin papa tidak siap untuk beruntung, ia siapnya mati.

Menjadi tua dan menjadi mayat adalah dua hal yang tidak ada obatnya di dunia ini. krim anti penuaan tidak akan mempanMemajang patung-patung dan lukisan telanjang di dalam rumah dengan harapan tidak ada malaikat yang mau masuk, termasuk malaikat maut, tidak akan membuat awet hidup. tua dan mati akan tetap terjadi, yang penting mungkin bagaimana caranya agar dua hal itu menjadi tepat pada waktunya.

Semoga tepat nanti pada saat ketika saya menua, iman dan amalku meningkat pesat. Tepat pada ketika tiba waktunya mati, saya sedang bersujud pasrah pada ilahi. Tepat pada ketika hari perhitungan tiba, saya didaulat masuk surga. Amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s